Anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Penguatan Gizi ke Peserta Didik Efektif Cetak Prestasi Siswa di Sekolah

 

Buleleng, Bali – Pemerataan penguatan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia mendorong siswa dalam mencetak prestasi di sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi utama dan langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki generasi Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing global.

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma Wardhani saat sosialisasikan program MBG di Desa Patas Gilimanuk, Buleleng Minggu, 29 Juni 2025. Program MBG adalah gebrakan pemerintah dalam melawan terbatasnya akses gizi bagi masyarakat.

Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Tutik Kusuma mengungkapkan dengan pemberian makanan bergizi terbukti efektif dalam mendorong raihan prestasi peserta didik di sekolah.

Studi dari World Bank pada tahun 2024 menunjukkan bahwa pemberian makan bergizi tidak hanya meningkatkan tingkat kehadiran dan partisipasi anak di sekolah, tetapi juga mengurangi angka malnutrisi dan stunting,” ungkap Tutik Kusuma.

Program MBG juga dapat mencegah stunting dimana anak dalam kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar.

 

Senada, Staff Khusus Badan Gizi Nasional Ary Santotoso juga menyampaikan mengenai asupan gizi dalam meningkatkan kualitas dan pola hidup masyarakat.

Harapan dengan diadakannya program makan bergizi gratis ini, yaitu meningkatkan gizi berkualitas pada masyarakat,” ucap Ary.

 

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

 

Artikel Terkait