Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
OKU Timur, Sumatera Selatan – Ribuan peserta didik dari anak usia PAUD hingga SMA akan menjadi penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG adalah terobosan pemerintah dalam melahirkan generasi sehat dan cerdas bangsa menuju Indonesia emas 2045.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyampaikan bahwa daerah OKU akan menyalurkan program MBG kepada ribuan peserta didik. Sementara itu untuk tiga kelompok penerima manfaat lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita masih akan dilakukan pendataan kembali.
"Program MBG di OKU akan memberi manfaat untuk 60 ribu siswa di OKU. Langkah ini adalah bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi Indonesia sehat, kuat, dan cerdas melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis bagi anak-anak usia sekolah,” ucap Irma Suryani saat sosialisasikan program MBG di OKU, Minggu, 3 Agustus 2025.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.
Untuk mempercepat implementasi program Makan Bergizi Gratis, kedepannya akan segera dibangun dapur sehat atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Meski begitu, pendirian dapur sehat tidak mudah dan membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Program MBG menjadi titik awal dalam membentuk generasi bangsa yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. Hanya dengan komitmen bersama dan integritas dalam pelaksanaannya, visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan tangguh dapat kita wujudkan secara nyata.