Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Pernyataan Anggota Komisi IX DPR RI: Program MBG Jadi Pondasi Penguatan SDM Menuju Generasi Emas

Bekasi, Jawa Barat (18/11) - Anggota Komisi IX DPR RI menegaskan kembali bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Program yang menjadi bagian dari visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto ini dinilai sebagai fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing secara global.

Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, menyampaikan bahwa MBG bukan sekadar program pemenuhan pangan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bangsa. Ia menekankan bahwa peningkatan gizi masyarakat, terutama pada kelompok prioritas, harus menjadi perhatian lintas sektor.

“Melalui MBG, kita tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menyiapkan generasi masa depan yang mampu bersaing di tingkat global,” ujar Lucy Kurniasari saat sosialisasikan program MBG di Bekasi Senin, (17/11).

Lucy berharap agar program strategis nasional ini dapat berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar benar-benar memberikan manfaat optimal bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Lebih lanjutm Lucy juga menekankan pentingnya pemanfaatan produk pangan lokal dalam implementasi MBG. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani dan pelaku UMKM. “Mari kita jaga dan sukseskan program ini demi masa depan anak-anak dan kesejahteraan bangsa,” tambahnya.

Sejalan dengan pernyataan tersebut, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Mochamad Halim, menegaskan bahwa MBG adalah investasi jangka panjang pembangunan manusia Indonesia.

“Program ini bukan sekadar memberi makan, tapi memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan,” tegas Halim. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG mengacu pada empat standar utama: kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, higienitas, dan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Halim juga menggarisbawahi bahwa program MBG memberikan multiplier effect pada sektor ekonomi lokal. Para petani, UMKM, dan pelaku usaha pangan dinilai sangat diuntungkan melalui permintaan bahan baku yang stabil dan berkelanjutan. Dukungan digital melalui pelibatan masyarakat dalam pengawasan berbasis portal resmi turut memperkuat transparansi program.

“Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan masyarakat, kita bisa memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal karena kekurangan gizi,” pungkasnya.

Artikel Terkait