Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Pesan Achmad Ru’yat saat Sosialisasikan Program MBG di Depok

Depok, Jawa Barat (9/11) – Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menyampaikan pesan yang mendalam saat sosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga Depok, Jumat, (7/11). Sosialisasi program MBG merupakan langkah awal pemerintah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat sejak dini.

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama DPR RI terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis diseluruh daerah di Indonesia. Program strategis nasional ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat berpesan ke masyarakat bahwa program MBG ada berkat peran besar Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan kesejahteraan masyarakat. Dengan penguatan gizi sejak dini diharapkan pertumbuhan masyarakat terutama anak-anak menjadi lebih optimal dan maksimal.

“Program ini lahir karena perhatian besar Presiden terhadap kesehatan dan perkembangan anak sejak 1000 hari pertama kehidupan,” ucap Achmad Ru’yat.

Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis akan menyasar pada 4 target utama, yaitu pelajar (PAUD hingga SMA sederajat dan santri), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Pemerintah juga menjamin mengenai makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

Artikel Terkait