Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Pesantren Al Azhar Jadi Percontoh Uji Coba Program MBG di Tulungangung

Tulungagung, Jawa Timur – Pesantren Al Azhar, Kedungwaru jadi percontohan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak 6 januari 2025. Pada tahap pertama ini Pondok Pesantren Al Azhar sudah mendistribusikan ke sekitar 1.386 pelajar penerima manfaat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono menyampaikan hal tersebut dalam sosialisasi program MBG Selasa, 25 Februari 2025. Langkah ini menjadi tahapan awal yang baik dan berharap diwilayah lain bisa mengikutinya.

Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

“Pada tahap awal, MBG di Tulungagung menyasar 1.386 pelajar di Pondok Pesantren Al Azhar, Kedungwaru, dengan menu terdiri dari nasi, ayam goreng, sayur wortel, buah semangka, dan susu,” terang Heru Tjahjono.

 

Program MBG dirancang untuk menjangkau anak usia dini, pendidikan dasar hingga menengah, serta lembaga pendidikan agama seperti pesantren.

“Target jangka pendek adalah melayani 3.470 siswa di 25 sekolah sekitar Al Azhar, namun keterbatasan tenaga juru masak menyebabkan capaian hari pertama hanya 40% dari kuota ideal 3.480 porsi.” tambah Heru.

 

Pemkab Tulungagung telah mengalokasikan 15 miliar rupiah dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) untuk mendukung program MBG, meski peran pemerintah daerah belum sepenuhnya jelas.

“Tiga dapur umum direncanakan beroperasi di Tulungagung (Al Azhar, Kalidawir, dan Beji), tetapi baru satu dapur di Al Azhar yang aktif dengan kapasitas 3.480 porsi/hari,” lanjutnya.

Sosialisasi program Makan Begizi Gratis merupakan langkah nyata pemerintah melalui Komisi IX DPR RI dan mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mewujudkan generasi sehat Indonesia dimasa mendatang.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

 

 

 

Artikel Terkait