Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Sinergi Lintas Sektor di Minahasa

Minahasa, Sulawesi Utara - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pesan ini mengemuka dalam sosialisasi MBG yang digelar DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Rumah Jamaat Koya, Tondano, Senin (3/8).

DPR RI bersama Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Acara yang dihadiri ratusan peserta tersebut menghadirkan peran aktif dari berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, Direktur Direktorat Promosi & Edukasi Gizi BGN Gunalan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Menurut Gunalan, MBG adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memiliki potensi ekonomi signifikan.

“Selain membentuk generasi sehat, program ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, menggerakkan rantai pasok pangan lokal, dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil,” jelasnya.

 

Kemudian, anggota Komisi IX DPR RI Felly Estelita menambahkan, keberhasilan program MBG akan sangat bergantung pada sinergi dari berbagai pihak.

“Pemerintah pusat, DPR, kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga masyarakat perlu bergerak bersama. Dengan kerja sama erat, manfaat MBG akan terasa maksimal bagi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Para peserta sosialisasi juga diajak untuk membiasakan pola hidup sehat sejak rumah tangga, sehingga manfaat program dapat berkelanjutan.

Dengan kombinasi tujuan kesehatan dan dorongan pertumbuhan ekonomi, MBG diharapkan menjadi fondasi penting menuju Generasi Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global.

 

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

 

 

Artikel Terkait