Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG di Bali Dorong Pemenuhan Gizi untuk Cetak Generasi Kompetitif di Masa Depan

Buleleng, Bali (1/12) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disosialisasikan di Desa Pengastulan, Buleleng, menjadi sorotan sebagai strategi nasional untuk membentuk generasi berkualitas menjelang Indonesia Emas 2045. Para narasumber yang hadir menegaskan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang bagi daya saing bangsa.

Perwakilan Badan Gizi Nasional, Alwin Supriyadi, menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah penting membangun sumber daya manusia yang unggul. Untuk itu diperlukan persiapan yang benar-benar matang dan berkelanjutan agar program MBG dapat berjalan dengan optimal.

“Untuk mencapai Indonesia Emas 2045, program MBG menjadi langkah untuk mengembangkan individu yang berkualitas. Individu dengan gizi terpenuhi akan lebih sehat dan mampu mengembangkan potensi diri,” ujar Alwin Supriyadi saat sosialisasikan program MBG di Desa Pengastulan Sabtu, (29/11).

Dalam pemaparannya, Alwin juga menekankan bahwa keberhasilan program membawa efek berantai. “Jika program ini berjalan baik, kita akan melihat perubahan positif seperti berkurangnya masalah gizi, meningkatnya aktivitas ekonomi, hingga terbukanya lapangan kerja baru,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa MBG tidak hanya menyasar peserta didik dari PAUD hingga SMA, tetapi juga ibu hamil, menyusui, dan balita. “Mari kita membiasakan pola makan bergizi dan sehat. Bersama, kita wujudkan generasi berkualitas untuk Indonesia Emas 2045,” katanya.

 

Wakil Ketia Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, yang turut hadir melalui video daring menegaskan pentingnya melindungi anak Indonesia dari ancaman malnutrisi maupun pola makan tidak sehat. “Anak-anak kita adalah aset bangsa. Tantangan terbesar hari ini adalah meningkatnya makanan ultra proses yang mudah disajikan namun berisiko jika dikonsumsi terus menerus,” ungkapnya.

Charles menekankan bahwa kebijakan gizi nasional harus benar-benar hadir di masyarakat. “Kami akan terus mendorong agar kebijakan gizi nasional tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Penguatan Badan Gizi Nasional menjadi sangat krusial,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat ikut mengawal program ini. “Semoga langkah kecil kita hari ini menjadi pijakan bagi perubahan besar di masa depan,” tandas Charles.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah menginginkan bahwa program MBG yang saat ini tengah digalakkan bukan hanya sebagai agenda sektor kesehatan, tetapi juga sebagai fondasi strategis bagi pembangunan manusia Indonesia yang siap berkompetisi secara global.

 

Artikel Terkait