Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG di Desa Banjar Tekankan Nutrisi Sehat sebagai Investasi Tepat Menuju Masa Depan

Buleleng, Bali (1/12) – DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) diseluruh Indonesia seperti yang saat ini dilakukan di Desa Banjar, Kabupaten Buleleng pada Sabtu, (29/11). Nutrisi sehat dalam program MBG diharapkan dapat melahirkan generasi yang cerdas, kuat, dan berdaya saing global dimasa depan.

Program strategis nasional MBG bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi jangka panjang membangun kualitas sumber daya manusia. Program MBG dibentuk dengan bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat terutama anak-anak, serta dirancang agar dapat mengurangi angka stunting dan malnutrisi.

Hadir melalui video daring, Anggota Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan bahwa kualitas generasi muda sangat bergantung pada kecukupan gizi sejak dini. “Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas. Makanan yang kita pilih bukan hanya soal kenyang, tetapi harus benar-benar memiliki kandungan gizi yang baik,” ujarnya.

Charles menyebut bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan ultra proses perlu dikurangi karena berisiko terhadap kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan. “Kami akan terus mendorong agar kebijakan gizi nasional tidak hanya kuat di atas kertas, tetapi hadir nyata dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, penguatan lembaga seperti Badan Gizi Nasional sangat krusial,” jelasnya.

 

Senada, perwakilan BGN, Alwin Supriyadi menjelaskan bahwa MBG dirancang untuk menciptakan generasi yang sehat, aktif, dan produktif. “Dengan gizi yang terpenuhi, individu dapat berkembang lebih optimal dan memberikan kontribusi besar bagi pembangunan negara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa program ini menekankan konsumsi pangan lokal yang B2SA serta menjangkau peserta didik dari PAUD hingga SMA, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Alwin juga menegaskan bahwa perubahan positif akan muncul jika pelaksanaan MBG berjalan konsisten.

“Ketika gizi membaik, kualitas manusia meningkat, dan pada akhirnya akan mendorong majunya sektor lain seperti ekonomi dan tenaga kerja.”

 

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

Artikel Terkait