Sosialiasi Makan Bergizi Gratis (Foto: Istimewa)

Program MBG Dorong Perputaran Ekonomi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat

Tabanan, Bali (26/11)  Selain menjadi upaya peningkatan gizi masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Hal ini menjadi salah satu poin utama dalam sosialisasi yang digelar di Desa Bajera, Kecamatan Selemandeg, Kabupaten Tabanan pada Senin, (24/11).

Charles Honoris, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, menilai bahwa pengembangan program berbasis ekonomi lokal dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Ia menegaskan, “Kami ingin program ini menjadi gerakan bersama. Ketika masyarakat merasakan manfaat ekonominya, maka program akan hidup dan terus berkembang.” Papar Charles.

Program MBG berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, I Made Suardika, DPRD Tabanan, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya mendukung peningkatan kualitas kesehatan, tetapi juga pergerakan ekonomi di wilayah-wilayah lokal. “Program ini harus dipahami sebagai peluang. Banyak sektor masyarakat yang bisa terlibat, mulai dari petani hingga pelaku usaha dapur berbasis komunitas,” jelasnya.

Ia menilai bahwa ketika masyarakat ikut ambil peran, manfaat program MBG akan lebih terasa dan tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami berharap warga ikut menjaga keberlangsungan program ini agar efeknya terus mengalir bagi ekonomi daerah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ari Yulianto dari BGN menyebut bahwa MBG dirancang agar tidak hanya berfokus pada gizi semata. “Bahan pangan untuk pelayanan gizi akan banyak dipasok dari lokal. Ini menjadi bukti bahwa penguatan gizi bisa berjalan berdampingan dengan pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Melalui pendekatan ekonomi lokal dan kolaborasi lintas sektor, Program MBG diharapkan menjadi model sinergi antara kesehatan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi desa. Program ini kini dipandang bukan hanya sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai langkah nyata memperkuat kemandirian daerah.

Artikel Terkait