Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Warga Manokwari

 

Manokwari, Papua Barat – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) lakukan sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk warga Manokwari Sabtu, 22 Februari 2025. Bukan hanya meningkatkan gizi masyarakat, program MBG juga dapat meningkatkan pertumbuhan warga lokal.                                                                      

Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. 

 

Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Setiap harinya akan ada ribuan porsi makanan yang disiapkan oleh dapur MBG yang sudah dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

"Kami memastikan bahwa bahan baku yang digunakan berasal dari daerah setempat, sehingga para petani dan peternak memiliki pasar yang stabil. Misalnya, satu dapur bisa menyerap 3000 butir telur dan ratusan kilogram beras setiap hari," terang Tenaga Ahli Sistem dan Tata Keloka BGN Alfa Riza.

 

Meski telah berjalan di beberapa wilayah, program ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait distribusi ke daerah-daerah terpencil. Namun begitu, pemerintah terus mencari solusi agar makanan bergizi dapat diakses secara merata hingga ke pelosok.

 

Sementara itu, Anggota DPR RI dari Komisi IX, Bapak Obet Rumbruren, dalam kegiatan sosialisasi MBG juga menekankan pentingnya program MBG untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah Papua Barat.

"Program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar," ujar Obet Rumbruren.

 

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Program MBG yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini memakan anggaran awal Rp. 71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025. Namun Menurut Menteri Keuangan, anggaran program ini akan ditambah Rp. 100 triliun, sehingga menjadi Rp 171 triliun. Bila ditambah Rp. 100 triliun, bisa menyasar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.

 

 

Artikel Terkait