Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Purworejo, Jawa Tengah (27/11) - Program Makan Bergizi (MBG) terus mendapatkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan karena dinilai memiliki dampak luas bagi masyarakat. Tidak hanya memberikan asupan gizi seimbang bagi kelompok prioritas, program ini juga menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. Hal itu disampaikan tim sosialisasi program MBG di Desa Sambeng Rabu, (26/11).
Anggota Komisi IX DPR RI, Nafa Indria Urbach, menegaskan bahwa fungsi pengawasan menjadi kunci keberhasilan MBG. Ia menilai bahwa pelaksanaan program yang akuntabel dan terukur akan menentukan seberapa besar dampaknya terhadap pembangunan generasi masa depan.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai standar, mulai dari pemilihan bahan pangan hingga penyajian. Dengan tata kelola yang baik, MBG akan menjadi salah satu program paling strategis dalam mempersiapkan generasi unggul,” katanya melalui video daring dihadapan ratusan warga Desa Sambeng.
Kemudian, Tenaga Ahli BGN, Teguh Suparngadi, menjelaskan bahwa tantangan gizi di Indonesia masih memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, program MBG hadir sebagai solusi yang dirancang dengan prinsip keseimbangan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan.
“Menu MBG bukan hanya disusun untuk mengenyangkan, tetapi untuk benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak. Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak hanya membantu mereka hari ini, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi kualitas hidup mereka,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan. Setiap laporan atau keluhan menurutnya menjadi bahan evaluasi penting untuk memperkuat kualitas program di lapangan.
Sementara itu, Kepala Desa Sambeng, Toni Irawan, menyoroti bagaimana MBG memberi ruang pemberdayaan bagi pelaku ekonomi lokal. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan UMKM, petani, dan penyedia pangan setempat telah membuka kesempatan ekonomi baru bagi desa. “Program ini bukan hanya soal makanan bergizi, tetapi juga tentang bagaimana desa dapat bergerak bersama. Ketika bahan pangan lokal digunakan, masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat, MBG semakin menunjukkan bahwa program pangan bergizi dapat menjadi motor perubahan lintas sektor. Program ini tidak hanya memperbaiki status gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi, memperkuat ketahanan pangan, dan membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.