Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa.

Program MBG Jadi Bekal Indonesia Menghadapi Bonus Demografi 2045

 

 

Sidoarjo, Jawa Timur – Indonesia akan menghadapi bonus demografi ditahun 2045. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi terobosan baru pemerintah dalam mempersiapkan diri menuju Indonesia emas 2045. Untuk itu DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menggencarkan sosialisasi program MBG seperti yang saat ini dilakukan di Gedangan Sidoarjo Jumat, 27 Juni 2025.

Bonus demografi merujuk pada kondisi di mana proporsi penduduk usia produktif (sekitar 15–64 tahun) lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif (anak-anak dan lansia).

Anggota Komisi IX DPR RI Indah Kurniawati, menyampaikan bahwa stunting pada anak dapat disebabkan oleh kehamilan yang terlalu muda dan terlalu cepat. Program MBG diharapkan mampu menjadi jawaban dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Pada tahun 2045, Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang menuntut daya saing di kancah internasional. Oleh karena itu, pemerataan kualitas gizi menjadi sangat penting untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan IQ generasi mendatang, mengingat rata-rata IQ di Indonesia saat ini hanya sekitar 92,64,” kata Indah Kurniawati.

Pada tahun 2025, Indonesia akan genap 100 tahun merdeka dan diharapkan sudah terbebas dari stunting serta mampu bersaing secara global. Diharapkan, melalui program MBG ini, angka stunting di Indonesia yang saat ini sebesar 21% dapat turun menjadi 14% dan terus menurun.

Kami juga berharap program MBG ini dapat melibatkan lebih banyak masyarakat, khususnya para pelaku UMKM setempat. Hal ini patut menjadi kebanggaan kita bersama, program ini didesain untuk menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya di tingkat desa,” lanjut Indah.

Kolaborasi antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan dapat mensukseskan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi langkah strategis pemerintah dalam menanggulangi permasalahan gizi di Sidoarjo secara berkelanjutan.

 

Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

 

 

 

Artikel Terkait