Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat – Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi wujud nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan mencetak generasi unggul melalui asupan gizi yang tercukupi.
Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar saat sosialisasikan program MBG di Desa Aikmel, Lombok Timur Senin, 12 Mei 2025. Program yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini merupakan program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Program Makan Bergizi Gratis sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
“Program ini adalah langkah nyata untuk mencetak generasi sehat, bebas stunting, dan produktif,” ucap Muazzim Akbar.
Program MBG adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar.
Selain itu, bukan hanya sekedar memberikan makanan bergizi, program ini diharapkan memberikan perubahan perilaku dengan makanan yang lebih sehat, termasuk perilaku hidup sehat pada anak-anak sejak dini.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.
Program MBG juga dirancang agar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.