Muazzim Akbar saat sosialiasikan program Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Program MBG Membutuhkan Sinergi Kuat Pemerintah Pusat hingga Daerah

 

Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat – Kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan bergantung pada sinergi yang kuat dari pemerintah pusat hingga daerah. Bukan hanya pemerintah saja, masyarakat juga harus berperan aktif agar program Makan Bergizi Gratis bisa berjalan dengan optimal. 

Dalam sosialisasi program Makan Bergizi Gratis di wilayah Lombok Timur, anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar menekankan akan pentingnya koneksi antar lembaga dalam kelancaran program MBG.

Sebagi perwakilan pemerintah, Muazzim Akbar menggarisbawahi bahwa MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo-Gibran. Program ini tidak hanya menyasar perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga menjadi fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Keberhasilan MBG sangat bergantung pada sinergi semua pihak mulai dari pemerintah desa hingga pusat, serta keterlibatan sektor swasta,” ujar Muazzim Akbar Selasa, 13 Mei 2025.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.

Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

 

Program MBG menjadi titik awal dalam membentuk generasi bangsa yang sehat, unggul, dan berdaya saing tinggi. Hanya dengan komitmen bersama dan integritas dalam pelaksanaannya, visi menciptakan masyarakat Indonesia yang cerdas dan tangguh dapat kita wujudkan secara nyata. 

Realisasi program MBG tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi kepada masyarakat yang ingin berkontribusi secara langsung, baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan SPPG (Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi), maupun melalui edukasi kepada masyarakat dan keluarga mengenai pentingnya akses terhadap makanan bergizi secara merata dan berkelanjutan.

 

Artikel Terkait