Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Bandar Lampung, Lampung (30/10) – Masyrakat menjadi sasaran utama dalam program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG sendiri akan menyasar pada empat kelompok penerima manfaat, selain itu pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat untuk menjalani pola makan hidup sehat untuk tumbuh kembang yang optimal.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Anggota Komisi IX DPR RI, Rahmawati Herdian mengingatkan masyarakat bahwa mereka semua juga menjalani peran yang krusial dalam program MBG. MBG membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan peran masyarakat dalam mendorong ketahanan pangan nasional.
“Program makan bergizi gratis ini adalah bukti nyata kolaborasi semua pihak. Tujuannya bukan hanya mengatasi kekurangan gizi, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan bergizi,” ujar Rahmawati Herdian saat sosialisasikan program MBG di Gedung Pertemuan Radja Pindang Andalas Resto, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Rabu, (29/10).
Gizi seimbang merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang sehat dan cerdas. Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.
Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.
Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.