Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Bekasi, Jawa Barat – Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat segera diterima penerima manfaat. Sosialisasi yang dilakukan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi cara pemerintah untuk memperluas implementasi program MBG.
DPR RI dan Badan Gizi Nasional terus berkolaborasi untuk memperluas program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Sebagai perwakilan pemerintah, Ranny Fahd Arafiq menegaskan komitmen penuh pemerintah terhadap program strategis nasional MBG. Terdapat empat kelompok penerima manfaat dari program MBG yakni peserta didik sejak PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Sebagai anggota Komisi IX saya akan mengawal jalannya program ini agar dapat berjalan cepat merata sehingga segera dinikmati oleh para penerima manfaat,” ucap Ranny Fahd Arafiq saat sosialisasikan program MBG Kamis, 31 Juli 2025.
Program ini adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap generasi penerus bangsa. Dengan adanya makanan bergizi yang disediakan setiap hari, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan yang cukup tetapi juga bisa lebih fokus dalam belajar dan berprestasi.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Senada, anggota DPRD Bekasi Samuel menyambut baik program Makan Bergizi Gratis ini untuk kemajuan bangsa. Memberikan akses gizi bagi masyarakat menjadi salah satu langkah dalam melahirkan generasi cerdas suatu bangsa.
“Dimana dengan program ini akan membuat anak - anak Indonesia tumbuh dengan kualitas baik dan mampu bersaing di kancah Internasional,” imbuh Samuel.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.