Makna dan Sejarah Hari Kartini yang Diperingati Setiap 21 April
Momen Hari Kartini menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali perjuangan Kartini dalam memperjua
Bekasi, Jawa Barat (09/10) – Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd menegaskan kolaborasi bersama menjadi kunci sukses dalam kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kolaborasi lintas sektor pemerintah pusat, daerah, swasta, hingga masyarakat perlu dijaga agar program MBG dapat berjalan dengan maksimal.
Hal itu disampaikan langsung oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd saat sosialisasikan program MBG di GOR Jatiwaringin, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, pada Rabu (8/10). Program MBG merupakan salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menitikberatkan pada pemerataan akses gizi seimbang bagi anak-anak Indonesia.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd A. Rafiq, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menyukseskan program ini. Upaya ini juga sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama kemajuan bangsa.
“Program ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak bangsa. Penerima manfaat akan mendapatkan gizi seimbang agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” ujar Ranny Fahd A Rafiq.
Ranny juga menambahkan bahwa keberhasilan MBG bergantung pada sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan memastikan bahwa distribusi makanan berjalan lancar, aman, dan memenuhi standar gizi.
MBG hadir bukan sekadar memberi makan gratis, tetapi menciptakan ekosistem gizi berkelanjutan. Dengan dukungan masyarakat dan pihak sekolah, program ini akan menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Realisasi program ini tidak dapat dicapai tanpa adanya dukungan konkret dan kesadaran kolektif dari seluruh pihak. Untuk itu, Badan Gizi Nasional membuka ruang kolaborasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi langsung, baik melalui kemitraan dalam pelaksanaan SPPG (Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi).
Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh.