Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Kampar, Riau – Anggota Komisi IX DPR RI Sahidin menegaskan permsalahan stunting atau kekurangan gizi dimasyarakat menjadi faktor utama yang dibenahi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Memberikan akses gizi yang tepat dan masif ke masyarakat diharapkan mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, berkualitas dan berdaya saing global.
DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis diseluruh daerah di Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun generasi unggul yang sehat dan kompetitif.
Anggota Komisi IX DPR RI Sahidin menjelaskan mengenai program MBG yang berujuan untuk mengatasi permasalahan gizi dimasyarakat. Program MBG akan menyasar pada empat kelompok penerima manfaat.
“Tujuan utama dari Program MBG adalah untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, khususnya pada kelompok rentan,” terang Sahidin saat sosialisasikan program MBG di Desa Indrapura, Tapung pada Senin, 21 Juli 2025.
“Empat kelompok penerima manfaat tersebut meliputi balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan wujud pemenuhan gizi untuk rakyat Indonesia. Gizi yang baik akan menumbuhkan kualitas SDM yang meningkat sehingga kedepannya bisa mempunyai daya saing dengan negara negara lain yang berkembang.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. Pemenuhan gizi yang tepat dapat mempercepat proses tumuh kembang anak-anak untuk menjadi generasi hebat dan siap bersaing di level dunia.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.