Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Oku Induk, Sumatera Selatan - Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat khsususnya bagi para pelajar. Berdasarkan data, program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan menyasar pada 60 ribu pelajar sebagai penerima manfaat.
Hal itu diungkapkan Irma Suryani saat sosialisasi program MBG di Desa Marta Jaya, Lubuk Raja, Oku pada Rabu, 4 Juni 2025. Program MBG bukan sekadar soal makanan, tetapi sebuah investasi masa depan bangsa dalam membangun pemimpin dimasa yang akan datang.
Anggota Komisi IX DPR RI Irma menyampaikan bahwa program MBG merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya meningkatkan prestasi siswa disekolah melalui penguatan gizi.
“Program MBG akan memberi manfaat untuk 60 ribu siswa di OKU. Ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas melalui penyediaan makan siang bergizi secara gratis bagi anak-anak usia sekolah,” kata Irma Suryani.
Dengan asupan gizi yang terpenuhi, anak-anak akan lebih fokus dalam belajar, mengurangi angka putus sekolah, dan memiliki potensi tumbuh kembang yang optimal, baik secara fisik maupun kognitif.
Program MBG juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan gizi anak-anak di Kabupaten OKU, serta mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.
Tidak hanya untuk anak-anak, disekolah, program ini juga memberikan perhatian kepada ibu hamil,ibu menyusui, dan balita untuk memastikan mereka mendapatkan asupan nutrisi yang tepat.
Selain memberikan manfaat kesehatan dan pendidikan, program MBG juga menciptakan efek domino yang luar biasa bagi ekonomi lokal. Kehadiran Dapur Gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuka peluang kerja sama dengan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil seperti pedagang sayur, buah, ikan, serta ayam.
Kesempatan ini juga menjadi peluang besar untuk memberdayakan masyarakat lokal dalam memperkuat ekonomi daerah, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPP. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Satu SPPG akan menyerap 45 - 50 petugas yang akan menyiapkan makanan.