Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Selain Gizi, Program MBG Juga Dirancang Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Rejang Lebong, Bengkulu (28/10) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang untuk memberikan banyak manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa. Selain gizi, program MBG secara tak langsung dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan untuk mencetak siswa-siswa berprestasi dikemudian hari.

Nutrisi seimbang dapat meningkatkan kecerdasan, karakter, moralitas, spiritualisme, kemandirian, dan kreativitas siswa untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan. Pernyataan sejalan dengan apa yang disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI, Eko Kurnia Ningsih saat sosialisasikan MBG di Aula Desa Sumber Bening, Kecamatan Selubung Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, pada Jumat (24/10

Anggota Komisi IX DPR RI, Eko Kurnia Ningsih, menyampaikan kebermanfaatan program MBG yang juga berdampak dalam dunia pendidikan di Indonesia. Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. Oleh karena itu, memastikan asupan nutrisi yang memadai di usia dini menjadi prioritas utama.

“Program Makan Bergizi Gratis ini tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan. Anak-anak yang mendapatkan asupan gizi cukup akan memiliki konsentrasi dan semangat belajar yang lebih baik,” terang Eko Kurnia Ningsih.

Selaras, Teguh Suparngadi dari Badan Gizi Nasional (BGN) juga menegaskan bahwa anak-anak peserta didik adalah prioritas terdepan dalam program MBG. Tak hanya itu, MBG juga akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat dengan terlibat aktif dalam program strategis nasional ini.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang belajar dalam keadaan lapar. Program ini juga dirancang agar melibatkan UMKM lokal, petani, dan pelaku usaha kecil dalam penyediaan bahan pangan bergizi,” jelasnya.

 

Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.

Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

 

Artikel Terkait