Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Tapanuli Selatan, Sumatera Utara – Anggota Komisi IX DPR RI Sihar Sitorus mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan generasi sehat, cerdas, dan unggul bangsa Indonesia. Peningkatan SDM harus dimulai sejak sedini mungkin yang dimulai dari asupan gizi yang tercukupi.
Program Makan Bergizi Gratis menyasar pada 4 target utama, yaitu pelajar (PAUD hingga SMA sederajat dan santri), balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Pemerintah juga akan menjamin mengenai makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.
Anggota Komisi IX DPR RI Sihar P.H Sitorus menyampaikan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas dapat dilahirkan melalui penyediaan makanan bergizi secara gratis bagi anak-anak usia sekolah diseluruh Indonesia.
“Ini bukan sekadar soal makanan, tetapi sebuah investasi masa depan bangsa Indonesia karena anak yang sehat hari ini adalah pemimpin bangsa esok hari,” ujar Sihar Sitorus saat sosialisasikan program MBG Kamis, 12 Juni 2025.
Visi ini menekankan bahwa SDM yang berkualitas adalah fondasi dari kemajuan bangsa. SDM berkualitas tidak hanya diukur dari kemampuan intelektual dan keterampilan, tetapi juga dari kesehatan fisik dan mental yang optimal, yang semuanya dipengaruhi oleh pola makan dan status gizi.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
Secara keseluruhan, sosialisasi ini menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis adalah investasi krusial bagi masa depan bangsa, yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan tata kelola yang profesional untuk mencapai potensi maksimalnya.
Program MBG tentunya akan membutuhkan penguatan ataupun kolaborasi lintas sektor dari pihak-pihak terkait. Pemerintah daerah memiliki pemahaman yang sama dan komitmen kuat dalam implementasi program MBG mengingat gizi adalah urusan bersama yang harus dibenahi. Koordinasi antara BGN, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan akan saling bersinergi demi kelancaran program MBG.