Tiga Tips Sederhana yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
Salah satu tujuan utama saat diet adalah mengonsumsi cukup protein dan serat di setiap waktu makan.
Samosir, Sumatera Utara (29/9) – Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar PH Sitorus, menegaskan bahwa program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan wujud nyata kepedulian Presiden terhadap masa depan generasi bangsa. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi MBG di Gedung HKBP Ambarita, Kabupaten Samosir Sabtu, (27/9).
Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis diberbagai daerah. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.
“Presiden ingin memastikan bahwa semua anak Indonesia harus makan dan makanannya harus bergizi. Program ini hadir agar pertumbuhan anak, baik fisik maupun perkembangan otaknya, dapat berjalan optimal,” ujar Sihar PH Sitorus dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Sihar menyoroti tantangan implementasi program di wilayah kepulauan seperti Samosir yang membutuhkan perencanaan logistik lebih matang. Menurutnya, distribusi makanan bergizi tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana menjaga kebersihan dan higienitas agar kualitas makanan tetap aman dikonsumsi.
“MBG bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi juga tentang membangun masa depan bangsa. Dengan gizi yang baik, kita memutus rantai stunting dan menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” tegasnya.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.