Tiga Tips Sederhana yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
Salah satu tujuan utama saat diet adalah mengonsumsi cukup protein dan serat di setiap waktu makan.
Kuta, Bali (28/9) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi besar dalam pemberdayaan ekonomi local. Peran aktif UMKM dan koperasi diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan berbasis desa serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Pemberdayaan Pelaku Usaha Daerah dan Masyarakat dalam Mendukung Program MBG digelar di Harris Sunset Road, Kuta, selama tiga hari pada 24–26 September 2025.
DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.
Kabid Pemberdayaan UKM, I Dewa Agung Gede Purnama menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan pelaku UMKM sebagai kunci keberhasilan program MBG.
“Pemberdayaan UMKM harus berlandaskan prinsip kesetaraan, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui koperasi dan BUMDes, kita ingin membangun rantai pasok pangan lokal yang kuat, dari petani hingga ke dapur gizi,” ujar I Dewa Agung.
Senada dengan apa yang disampaikan I Dewa Agung, Kabadan BPPD Prov, I Wayan Wiasthana Ika Putra, menegaskan pentingnya peran BUMDes dan BUMDesma dalam menjaga rantai pasok pangan agar program MBG dapat berjalan efektif.
“Dana Desa tahun 2025 wajib dialokasikan minimal 20 persen untuk ketahanan pangan, termasuk MBG. BUMDes menjadi tulang punggung sebagai produsen, konsolidator, sekaligus distributor pangan bergizi,” jelasnya.
Dengan sinergi yang lebih baik, dampaknya akan jauh lebih luas bagi ketahanan pangan disemua daerah. Dari sisi ketahanan pangan, I Nyoman Widyana Putra menambahkan bahwa program MBG membawa dampak ganda bagi ekonomi lokal.
“Setiap porsi makanan bergizi yang disalurkan membawa multiplier effect ekonomi lokal. Kita ingin pangan sehat datang dari desa, untuk anak-anak bangsa,” ujarnya.
Secara keseluruhan, UMKM bukan sekadar penyedia bahan baku, tetapi juga pilar utama keberlanjutan ekonomi dan gizi nasional. Dengan kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat, Program MBG diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, menekan angka stunting, serta membuka lapangan kerja baru di tingkat desa.