Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Sosialisasi MBG di Depok: Pemerintah Pastikan Program Aman dan Bermanfaat bagi Masyarakat

Depok, Jawa Barat (28/10) - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini sedang digalakkan DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan produktif. MBG jadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk melahirkan generasi muda Indonesia tumbuh sehat dan cerdas melalui pemenuhan gizi yang berkualitas.

Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyampaikan bahwa pemerintah sangat serius terhadap program MBG untuk mencapai hasil maksimalnya. DPR RI bersama BGN juga akan rutin mengawasi program ini kebermanfaatannya dapat terlaksana dengan baik.

“Banyak isu yang menyebar di media mengenai program ini menakutkan, terutama soal keracunan. InsyaAllah program ini aman, karena setiap dapur memiliki ahli gizi dan telah sesuai standar BPOM. Dinas Kesehatan secara rutin melakukan inspeksi agar makanan yang diberikan aman dan higienis,” ujarnya. di GOR Gumilang, Depok, pada Senin (27/10).

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dimulai dari aspek fundamental, yakni pemenuhan gizi sejak dini. Pencegahan stunting dan gizi buruk menjadi prioritas karena memiliki dampak signifikan terhadap tumbuh kembang anak dan potensi kecerdasannya di masa depan.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.

 

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

Artikel Terkait