Zainul Munasichin saat melakukan sosialisasi MBG. Foto: Istimewa

Sosialisasi MBG, Kepala Dapur SPPG Akan Ditunjuk Langsung Oleh BGN

Sukabumi, Jawa Barat – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan penggerak utama dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan dalam sosialisasi MBG bersama warga Bojong Genteng Rabu, 19 Februari 2025.

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin menyampaikan betapa pentingnya mengenai SPPG. Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.

Setiap dapur MBG akan dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan,” terang Zainul.

Bukan hanya mengenai peningkatan gizi bagi masyarakat, SPPG juga akan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berperan aktif dalam program nasional ini.

“Dapur SPPG bisa menyerap pekerja sekitar 45-50 orang. Apakah itu tidak membuka lapangan pekerjaan? selain pekerja yang di dapur, rentetan ekonomi bukan hanya di dapur, tapi beras berasaal dari petani, juga membuka kesempatan para petani agar merek bergairah lagi menanam padi. Sayur yang nanam siapa? Petani, akhirnya petani sayur bersemangat menanam sayur,” tambahnya.

 

Zainul juga mengajak kepada masyarakat saling berkolaborasi dan bersinergi dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis ini.

Maka jangan lewatkan kesempatan ini. Ke depan kita harus mensukseskan program ini, membangun dapur itu tidak murah dan mudah, nilai investasinya juga besar, standar higienis juga butuh biaya,” ujarnya.

 

Adapun ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah mengenai pendirian dapur Makan Bergizi Gratis agar bisa berjalan dengan optimal.

Sekali dapur itu beroperasi, maka tidak akan berhenti, maka diperlukan dapur-dapur yang bisa bertahan. untuk bikin dapur itu lahannya 900m2, bangunannya 400m2, tapi bangun seperti ini butuh modal. ini demi kebaikan program kita ini,” jelas Zainul Munasichin.

Pada April 2025 ditargetkan 3 juta anak Indonesia akan mendapatkan makanan bergizi. Target berikutnya pada Agustus 2025 akan bertambah menjadi 15 juta, dan akhir tahun anak Indonesia bisa mendapatkan makanan bergizi gratis.

 


 

 

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin menyampaikan bahwa pemerintahan Prabowo akan mendirikan 10.000 dapur makan bergizi gratis di satu tahun pertama.

Komitmen Pak Prabowo di tahun pertama ini yaitu membangun atau menciptakan SPPG sebanyak 10.000 SPPG, sampai saat ini baru 245 SPPG. Harap maklum kalau kita belum dapat, Sukabumi yang sebesar ini baru ada 5 SPPG dari ratusan ribu siswa yang terdaftar di Sukabumi,” terang Zainul.

Sebagai informasi, (SPPG) merupakan singkatan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. SPPG merupakan dapur umum yang memproduksi makanan bergizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

 

Selain itu, Badan Gizi Nasional juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam mempercepat program Makan Bergizi Gratis dengan menjadi mitra, dimana pembuatan SPPG ini tentunya dengan standar yang telah ditentukan.

Tujuannya apa program Makan Bergizi Gratis ini? Banyak yang mencibir, banyak yang bilang “Daripada makan gratis mending kita dikasih kerjaan”. Itu tidak salah tapi kurang tepat untuk program Makan Bergizi Gratis ini. Kalau dikasih ikan jadi pada manja, tidak kreatif, progam Makan Bergizi Gratis ini dianggap memanjakan. Padahal ini bisa menjadi kail dan umpannya,” tutur Zainul.

 

Setiap dapur MBG akan dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan.

Tadi Pak Dedi bilang satu dapur bisa menyerap pekerja sekitar 45-50 orang. Apakah itu tidak membuka lapangan pekerjaan? selain pekerja yang di dapur, rentetan ekonomi bukan hanya di dapur, tapi beras berasal dari petani, juga membuka kesempatan para petani agar merek bergairah lagi menanam padi. Sayur yang nanam siapa? Petani, akhirnya petani sayur bersemangat menanam sayur,” ungkap Zainul.

 

Artikel Terkait