Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Bali Dorong Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas

Tabanan, Bali (23/11) - Upaya pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini berlangsung di TPQ Rijalallah, Taman Surodadi Desa Abiantuwung, Tabanan, Bali pada Rabu (19/11).

Program MBG merupakan salah satu prioritas nasional yang dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui rantai pasok lokal. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Regional BGN Provinsi Bali, Risca Christina G.W., menegaskan bahwa MBG memiliki peran strategis dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia untuk masa depan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak usia PAUD hingga SMA, tetapi juga mencakup balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Kita ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap menjadi generasi unggul,” ujar Risca.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan MBG harus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. “Bahan makanan untuk SPPG akan diprioritaskan dari petani, nelayan, peternak, koperasi, dan BUMDes setempat. Dengan demikian, uang yang bergerak dari program ini akan kembali ke masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru, termasuk perekrutan tenaga dapur,” jelasnya.

 

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Putu Yuni Widyadnyani, menekankan pentingnya edukasi gizi kepada masyarakat, khususnya para orang tua. Menurutnya, pemahaman dasar mengenai kebutuhan gizi seimbang menjadi kunci keberhasilan program.

“Keberhasilan program ini tidak hanya soal distribusi, tetapi juga pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang. Karbohidrat memberikan energi, protein membantu pertumbuhan, dan lemak dalam jumlah tepat mendukung fungsi tubuh,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dua arah dalam pelaksanaan program. “Masyarakat harus memiliki saluran komunikasi yang jelas—mulai dari call center hingga mekanisme pengaduan. Tidak hanya untuk melapor ketika ada masalah, tetapi juga untuk memberi apresiasi ketika layanan berjalan baik,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat. Selain berfokus pada perbaikan gizi, program MBG di Bali juga menjadi pendorong penguatan ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah.

Dengan dukungan berbagai pihak, Program MBG di Bali diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan dalam mencetak generasi yang kuat, sehat, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

 

Artikel Terkait