Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Sosialisasi Program MBG Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat untuk Pemenuhan Gizi Anak

Badung, Bali (29/11) - Pelaksanaan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar sebagai bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi generasi muda seperti yang baru saja dilakukan di SMAN 1 Abiasemal. Badung, Kamis, (27/11). Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menyampaikan tujuan, manfaat, dan mekanisme pelaksanaan program secara lebih jelas bagi masyarakat.

Dalam kegiatan ini, perwakilan Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menegaskan bahwa edukasi gizi merupakan bagian penting dalam membentuk masa depan bangsa. Ia menuturkan bahwa makanan sehat harus menjadi fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul. Menurutnya, Program MBG hadir sebagai jawaban atas kebutuhan mendasar masyarakat terhadap akses makanan bergizi yang aman dan terjangkau.

“Program MBG bukan hanya tentang memberikan makanan, tetapi tentang memastikan generasi penerus kita tumbuh dengan tubuh yang kuat dan pikiran yang jernih. Edukasi gizi adalah pilar yang tidak boleh diabaikan,” ujarnya.

Charles juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan program. Ia menekankan pentingnya dukungan orang tua, guru, dan lingkungan sekitar dalam membentuk kebiasaan makan sehat bagi anak.

“Ketika keluarga memahami nilai gizi dalam setiap hidangan, mereka akan lebih mudah berperan sebagai pendamping utama bagi anak-anak. Kolaborasi ini harus terus kita jaga,” tambahnya.

 

Sementara itu, perwakilan dari BGN, Mochammad Halim, menyoroti pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan program. Ia menyampaikan bahwa penggunaan pangan lokal tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah, tetapi juga membantu pelaku usaha kecil untuk berkembang.

“Kami ingin memastikan bahwa program ini memberikan manfaat yang merata, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada masyarakat yang berada dalam rantai penyediaan pangan. Dengan menggandeng petani dan pelaku lokal, program ini membawa efek positif yang lebih luas,” terangnya.

Halim juga mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan mengenai pelaksanaan program. Menurutnya, keterbukaan informasi dan partisipasi publik menjadi fondasi bagi penyempurnaan program ke depan. “Kami ingin masyarakat merasa terlibat, bukan hanya sebagai penerima manfaat. Setiap masukan akan menjadi bahan evaluasi agar program ini terus berkembang dan memberikan dampak yang nyata,” tutupnya.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah menegaskan kembali bahwa keberhasilan Program MBG memerlukan dukungan lintas sektor. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.

Artikel Terkait