Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Sosialisasikan MBG, Ashabul Kahfi Ingatkan Pentingnya Tingkatkan SDM

 

Makassar, Sulawesi Selatan – Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pekerjaan rumah bersama menuju Indonesia emas ditahun 2025. Anggota Komisi IX DPR RI, Ahsabul Kahfi mengatakan hal tersebut dalam sosialisasi MBG kepada warga Makassar Minggu, 23 Februari 2025.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.

Selain untuk mengatasi stunting dan gizi buruk, Indonesia saat ini dihadapkan dengan tantangan lainnya yang dapat memengaruhi kualitas SDM di masa mendatang. Sebab, gizi yang buruk di masa pertumbuhan akan berdampak signifikan terhadap perkembangan kognitif, fisik, dan kemampuan belajar seseorang.

Kita memiliki angka penduduk produktif, 60%. 2030 nanti surplus bonus demografis. Bonus demografis ibarat pisau bermata dua, kalau kualitas SDM bagus maka akan bagus, tapi usia produktif tanpa ada kemampuan, maka akan bermasalah, sulit bersaing, jadi pengangguran, beban sosial,” terang Ashabul Kahfi dalam sosialisasi MBG.

 

Lebih lanjut, Ashabul mengungkapan program Makan Bergizi Gratis ini adalah program mulia dalam rangka melahirkan generasi cerdas dan sehat. Sebab, anak yang cerdas dan sehat memiliki kapasitas dan kemampuan kompetitif.

Program Makan Bergizi Gratis ini untuk peningkatan SDM. Banyak negara maju tapi tidak memiliki SDA, akan tetapi mereka punya SDM yang berkualitas yang bisa memajukan negaranya,” tambah Ashabul.

 

Menanggapi berita yang sedang ramai mengenai tagar #kaburajadulu Ashabul Kahfi, membagikan pengalamannya saat ditanya oleh beberapa media di Jakarta.

“Negara Jepang merespon tagar yang lagi viral, #kaburajadulu. Jepang menganggap itu positif, karena tenaga kerja di Indonesia disangkanya memiliki kemampuan yang baik dan cukup,” ujar Ashabul.

 

Disisi lain, Jepang punya masalah yang cukup besar mengenai regenerasi. Disana ada namanya krisis seks, mereka nikah tapi tidak mau punya anak karena anak dianggap beban, begitu terjadi di negara tetangganya yakni Korea.

Di Korea juga terjadi hal yang sama. Saya kunjungan ke Korea untuk membuat UU perlindungan ibu dan anak, mereka mengalami problem itu. Kalau tidak punya generasi bagaimana? bahkan ada di Swiss itu satu kampung tidak ada orang, jika ada yang mau tinggal disana, akan di bayar,” sambungnya.

 

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.

 

 

Artikel Terkait