Cek Harga Emas Hari Ini Rabu, 22 April 2026
Berikut ini ada daftar harga emas batangan Rabu, 22 April 2026 dengan rincian sebagai berikut!
Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara – Sosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah ajak masyarakat untuk berperan aktif menjalankan program andalan Presiden Prabowo – Gibran Senin, 24 Februari 2025. Program ini resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu dan secara bertahap akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.
Program MBG juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
SPPG merupakan dapur Makan Bergizi Gratis yang yang setiap harinya menyajikan ribuan porsi makanan disiapkan yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Safei menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis ini akan disalurkan merata ke penerima manfaat yang ada di Kolaka Utara. Ia juga mengingatkan kepada masyrakat untuk berperan aktif dalam program MBG.
“Dengan diadakannya program MBG, masyarakat bisa bermitra dan juga bisa menaikkan ekonomi nantinya,” jelasnya.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan Lembaga Negara non-Kementerian yang berdedikasi untuk pemenuhan gizi nasional. BGN fokus dalam mendukung penuh program Makan Bergizi Nasional (MBG) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat salah satunya melalui dapur MBG.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi
Program MBG yang baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini memakan anggaran awal Rp. 71 triliun untuk menjangkau 17,5 juta penerima manfaat hingga September 2025. Namun Menurut Menteri Keuangan, anggaran program ini akan ditambah Rp. 100 triliun, sehingga menjadi Rp 171 triliun. Bila ditambah Rp. 100 triliun, bisa menyasar 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir tahun 2025.