Suasana Sosialiasi Program Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Sosialisasikan Program Makan Bergizi Gratis, Edi Wuryanto Tegaskan Hal Ini

 

Grobogan, Jawa Tengah – Anggota Komisi IX DPR RI Edi Wuryanto tegaskan mengenai pentingnya kesiapan dapur sehat terhadap kelancaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pembangunan dapur sehat merupakan salah satu elemen utama dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat terutama di daerah Grobogan.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edi Wuryanto, menegaskan mengenai pentingnya mendirikan dapur sehat untuk menjalankan program MBG. Ia menjelaskan bahwa program makanan bergizi gratis merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas.

“Strategi pelaksanaan program MBG akan mengedepankan pembangunan dapur komunal serta pemanfaatan bahan pangan lokal untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program,” tutur Edi Wuryanto saat sosialisasikan program MBG Sabtu, 17 Mei 2025.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak terkait di Kabupaten Grobogan memiliki pemahaman yang sama dan siap berkolaborasi untuk mewujudkan keberhasilan program makanan bergizi gratis demi masa depan generasi yang lebih baik.

 

Program MBG berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Setiap harinya, ribuan porsi makanan disiapkan di dapur yang dikelola oleh tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

Meski telah berjalan di beberapa wilayah, program ini masih menghadapi tantangan, terutama terkait distribusi ke daerah-daerah terpencil. Pemerintah terus mencari solusi agar makanan bergizi dapat diakses secara merata hingga ke pelosok.

Dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, program ini diharapkan dapat semakin berkembang dan menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

Program MBG mendorong pengembangan usaha masyarakat di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di tingkat desa dan kecamatan, karena bahan pangan yang digunakan oleh SPPG dipasok dari wilayah sekitar, baik melalui koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), maupun langsung dari petani, peternak, dan nelayan setempat.

 

 

 

 

 

Artikel Terkait