Obet Rumbruren saat sosialisasikan program MBG. Foto: Istimewa

Sosialisasikan Program MBG di Distrik Ransiki, Ini Kata Obet Rumbruren

Manokwari Selatan, Papua Barat - Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Ransiki mendapat sambutan hangat dari warga yang hadir. Begitupun juga dengan anggota Komisi IX DPR RI Obet Rumbruren yang hadir dengan membawa harapan baru bagi warga Distrik Ransiki.

Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program ini diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.

Dalam kesempatannya itu, Obet Rumbruren meegaskan bahwa program MBG ini perlu mendapat dorongan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, daerah hingga ke masyarakat agar prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

"Program ini krusial karena menyediakan makanan bergizi siap santap, sehingga masyarakat tak perlu repot menyiapkan sendiri. Makanan akan diantar langsung ke sekolah atau lokasi yang telah ditentukan," Ucap Obet Rumbruren saat sosialisasikan program MBG Rabu, 4 Juni 2025.

 

Dengan dukungan penuh masyarakat dan sinergi dengan mitra terkait, program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Mereka adalah pilar utama yang akan melanjutkan pembangunan bangsa dimasa yang akan datang.

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Target penerima program MBG yakni meliputi anak-anak PAUD/TK, SD, SMP, SMA, pesantren, ibu menyusui, ibu melahirkan dan balita. Hingga saat ini baru ada dua Dapur SPPG telah beroperasi di Manokwari Selatan, yaitu di Ransiki dan Oransbari. Kedua dapur tersebut rata-rata melayani 7.000 penerima manfaat.

 

 

Artikel Terkait