Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Kabupaten Kampar, Riau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi elemen utama dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG atau dapur sehat merupakan ujung tombak utama dalam kelancaran program MBG disuatu daerah.
Hal itu disampaikan oleh Tenaga Ahli Badan Gizi Nasional (BGN) Ade Tias Maulana yang menegaskan bahwa (BGN) akan bertanggung jawab dalam penyiapan sistem dan standar gizi, termasuk pembentukan SPPG, pelatihan tenaga kerja, hingga proses distribusi makanan bergizi yang sesuai standar nasional.
“SPPG adalah ujung tombak keberhasilan program ini. Tenaga yang dilatih tidak hanya memahami aspek gizi, tapi juga tata kelola distribusi dan pengawasan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ucap Ade Tias.
Warga lokal setempat harus menghidupi dapur sehat baik itu menjadi pemasok bahan baku ataupun juga menjadi petugas yang bekerja di dapur. Setiap Dapur MBG dikelola oleh seorang Kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional.
Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan. Satu SPPG akan berisikan 45 - 50 petugas yang merupakan warga lokal untuk memasak makanan.
Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.
Dengan lancarnya dapur sehat akan membuat distribusi makanan kepada penerima manfaat menjadi lebih efektif. Semakin banyaknya SPPG maka akan semakin luas juga jangkauan kepada penerima manfaat khususnya dalam menekan angka kasus stunting yang tinggi.
Berdasarkan data tahun 2024, prevalensi stunting di beberapa wilayah desa masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan WHO, yakni 20%. Program MBG diharapkan mampu menjawab tantangan ini bukan hanya melalui pemberian makanan gratis, tetapi juga lewat edukasi gizi dan penguatan peran masyarakat.