Arzeti Sebut Program MBG Jadi Jawaban Tepat Atasi Permasalahan Gizi Pada Anak
Tujuan utama dari program ini adalah meningkatkan asupan gizi masyarakat sekaligus meningkatkan peng
Minahasa, Sulawesi Utara (31/10) – Pemerintah sudah merancang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sedemikian rupa sehingga manfaatnnya dapat dirasakan masyarakat. MBG bukan hanya meningkatkan gizi tapi juga untuk menambah perekonomian warga setempat. Lewat MBG, masyarakat dapat berperan aktif dengan menjadi penyuplai bahan baku ataupun pekerja di dapur sehat.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita saat sosialisasikan program MBG di GMAHK Paal Dua, Kecamatan Tikala, Kota Manado, pada Kamis (30/10). Felly menjelaskan manfaat keberlanjutan yang didapat masyarakat dalam program strategis nasional Makan Bergizi Gratis.
“Program ini bukan sekadar memberi makan bergizi gratis, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar lokasi penyediaan makanan,” kata Felly Estelita.
Masyarakat dapat meningkatkan perekonomiannya dengan terlibat aktif dalam program MBG, salah satunya yakni aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Setiap dapur MBG akan dikelola oleh seorang kepala SPPG yang ditunjuk langsung oleh Badan Gizi Nasional. Kepala SPPG bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan akuntan untuk memastikan pengawasan terhadap kualitas gizi dan kelancaran distribusi makanan disetiap daerah.
Selain memastikan kecukupan gizi dalam setiap porsi MBG, SPPG juga bertugas mengawasi standar kebersihan, pengelolaan gizi, dan pengelolaan limbah di setiap dapur MBG dengan ketat.
Keterlibatan lintas sektor dan partisipasi masyarakat yang kuat, program ini diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Dengan terwujudnya kolaborasi antara Anggota DPR RI, Badan Gizi Nasional, Dinas Kesehatan, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan Program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi langkah strategis dalam menanggulangi permasalahan gizi di Banjarbaru secara berkelanjutan.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah stunting dan gizi buruk sejak masa kehamilan hingga usia pertumbuhan anak, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya konsumsi pangan yang aman dan bergizi.