Tiga Tips Sederhana yang Efektif untuk Menurunkan Berat Badan
Salah satu tujuan utama saat diet adalah mengonsumsi cukup protein dan serat di setiap waktu makan.
Medan, Sumatera Utara (3/10) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) semakin menegaskan pentingnya keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai mitra strategis pemerintah untuk mensukseskan program MBG.
UMKM dinilai memiliki peran vital dalam mendukung rantai pasok pangan lokal, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan produk bergizi, hingga distribusi kepada masyarakat. Dengan potensi besar yang dimiliki, UMKM tidak sekadar menjadi pelaku ekonomi, melainkan pilar yang menopang keberlanjutan program MBG.
Dinas Koperasi UKM Provinsi Sumatera Utara, Naslindo Sirait, menyampaikan bahwa koperasi dan UMKM ke depan harus mampu naik kelas melalui konsolidasi, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.
“Koperasi bukan hanya lembaga simpan pinjam, tetapi juga dapat menjadi pemasok bahan baku, pengelola distribusi, hingga penyedia pembiayaan. Dengan begitu, UMKM akan menjadi penggerak utama dalam mendukung MBG,” ujar Naslindo saat beri pembekalan ke para pelaku UMKM di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada Selasa (30/9).
Sementara itu, Yusfahri Perangin-angin dari Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumut menekankan perlunya memaksimalkan potensi pangan lokal. Padi, jagung, kedelai, cabai, dan umbi-umbian dinilai dapat menjadi bahan utama bagi UMKM untuk mengolah produk bernilai gizi tinggi.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, melalui Aci Debby Oktori Nasution, menambahkan bahwa MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan makanan, tetapi juga pada peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.
“Menu yang dihadirkan harus memenuhi standar gizi, aman, berbasis pangan lokal, dan diolah oleh UMKM sebagai mitra strategis,” jelasnya.
Dengan adanya kolaborasi lintas sektor—petani, koperasi, UMKM, hingga pemerintah daerah diharapkan Program MBG tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
UMKM di Medan dan sekitarnya diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang memastikan MBG berjalan lancar, berkesinambungan, dan memberi dampak nyata bagi terciptanya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045.
UMKM berperan dalam menjaga stabilitas pasokan dan distribusi pangan, terutama di wilayah yang sulit dijangkau industri besar. UMKM pangan juga menjadi agen perubahan dalam mendorong lahirnya generasi emas bangsa Indonesia dimasa mendatang.