Hadir di Desa Sumber Makmur, MBG Diharapkan Efektif Tingkatkan Gizi Penerima Manfaat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Solo, Jawa Tengah – Badan Gizi Nasional (BGN) sudah menjalin kerjasama dengan ribuan mitra mitra diseluruh Indonesia untuk memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kerjasama ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat yang menjadi pelaku usaha di setiap daerah yang sudah menjalankan program MBG.
Kepastian itu didapat dari dalam agenda sosialisasi para pelaku usaha dalam mendukung program MBG oleh Direktorat Pemberdayaan Peran Serta Masyarakat (PPM) Badan Gizi Nasional. Pembekalan kepada para pelaku usaha ini digelar di Hotel Sahid Jaya Solo pada 18-19 Juli 2025
Perwakilan Badan Gizi Nasional Rima Nurisa Brahmani mengungkapkan pada saat ini Badan Gizi Nasional sudah menjalin kolaborasi dengan ribuan mitra kerja yang tersebar diseluruh Indonesia.
“Saat ini BGN sudah memilik ribuan mitra dan akan terus bertembah kedepannya diseluruh Indonesia. Untuk mewujudkan itu semua kita sebagai BGN membutuhkan support dari masyarakat Indonesia,” ucap Rima Nurisa Brahmani.
Menurut Rima Nurisa Brahmani terdapat tiga aspek penting dalam mendorong kelancaran program MBG diseluruh Tanah Air.
“Pelaku Usaha Daerah, UMKM dan Masyarakat adalah 3 aspek penting dalam kelancaran program MBG. Maka dari itu, kita harus sama sama bersinergi untuk memajukan bisnis kita baik UMKM atau Usaha lainnya,” jelas Rima.
Senada, Praktisi UMKM Muda Gunawan Widarto menyampaikan UMKM menjadi satu elemen penting dalam mendukung kelancaran program andalan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
“UMKM sendiri menyumbang 40% atau 9,5 triliun rupiah untuk pendapatan Negara. Tapi munculah pertanyaan kenapa Mayoritas UMKM itu gagal? Menurut survey 25% UMKM di Indonesia dalam 2 tahun kebanyakan gagal dalam masa tersebut,” beber Gunawan.
“Sedangkan 45% lainnya bisa bertahan dalam 5 tahun. Lantas 30% sisanya bisa bertahan dalam jangka 10 tahun. Tapi dalam jangka panjang selama 10 tahun pun belum tentu UMKM tersebut bisa juga mengalami kegagalan,” tambahnya.
Koordinasi antara BGN, pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota diharapkan akan saling bersinergi demi kelancaran program MBG. Para Investor diharapkan tidak hanya fokus kepada dapur, namun juga harus melihat peluang dalam hal bahan baku. Selain itu, Koperasi juga harus menjadi ekosistem pemberdayaan ekonomi bagi pelaku usaha dalam mendukung program MBG.
Sebagai informasi, Badan Gizi Nasional bersama DPR RI terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis diseluruh daerah di Indonesia. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.