Tiga Perempuan Terkaya di Asia Versi Forbes 2026
Savitri Jindal & family jadi perempuan terkaya di Asia dan peringkat ke 7 di dunia.
Kuningan, Jakarta Selatan – Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama ingatkan bahaya informasi hoaks mengenai program Makan Bergizi Gratis (BGN). Hal itu, Uya sampaikan dalam sosialisasi program Makan Bergizi Gratis Rabu, 17 Februari 2025.
Dalam menjalankan program sosialisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) terdapat informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab dengan mengatasnamakan BGN terutama dalam penawaran kerja sebagai mitra.
Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat banyak kasus hoaks terkait dengan penyelenggara MBG yakni Badan Gizi Nasional.
“Banyak kasus yang mengatasnamakan BGN, oleh karena itu sosialisasi ini juga menjadi kunci untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penawaran mitra yang mengatasnamakan BGN,” tutur Uya Kuya.
Surya Utama atau lebih dikenal dengan Uya Kuya juga berpesan kepada masyarakat agar lebih teliti ketika mendapatkan informasi di sosial media. Dalam hal ini masyarakat jangan sampai terbawa arus oleh berita yang tidak benar alias hoax.
“Dalam mengurangi berita dan informasi yang tidak akurat, termasuk penipuan atau hoaks terkait dengan program MBG, maka memerlukan langkah-langkah strategis untuk memastikan transparansi, akurasi, dan edukasi kepada masyarakat,” tambah Surya.
Informasi hoaks terkait dengan program MBG bisa berdampak negatif, seperti menimbulkan kepanikan, menyesatkan masyarakat, atau menghambat distribusi makanan bergizi bagi yang membutuhkan.
Selain itu, Surya Utama juga menjelaskan terkait peran penting Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam memastikan bahwa makanan yang diberikan berkualitas, aman, dan sesuai dengan standar gizi.
“Dengan menjalankan peran ini, SPPG berkontribusi dalam menjamin kesehatan masyarakat melalui makanan yang aman, berkualitas, dan bergizi,” sambungnya.
Berdasarkan data BGN, per 22 Januari 2025 lalu sudah terbentuk 245 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi. Dengan begitu Badan Gizi Nasional secara bertahap akan mendirikan 30 ribu Dapur MBG di seluruh Indonesia.