Sosialiasi Makan Bergizi Gratis. Foto: Istimewa

Wakil Ketua Komisi IX Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Sebagai Investasi Mahal Bangsa

Namlea, Maluku (3/11) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan dukungan penuh DPR terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Kita ingin memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi yang berkelanjutan. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk masa depan bangsa,” tegas Nihayatul Wafiroh dalam kegiatan sosialisasi program MBG yang digelar di Aula Kantor Bupati Kabupaten Buru, Maluku, Sabtu (1/11).

Ia menekankan bahwa pelaksanaan program MBG tidak akan optimal tanpa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program dapat dirasakan langsung, terutama di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Buru.

“Daerah kepulauan memiliki tantangan geografis yang berbeda. Karena itu, sinergi antara BGN, Kementerian Koperasi, dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar distribusi pangan bergizi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” lanjutnya.

Nihayatul juga mengapresiasi antusiasme masyarakat dan dukungan pemerintah daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia berharap, melalui sosialisasi yang masif dan partisipasi aktif masyarakat, program MBG bisa menjadi gerakan nasional yang berkelanjutan.

“Program ini bukan sekadar proyek jangka pendek, tapi harus menjadi budaya baru dalam kehidupan masyarakat. Gizi seimbang adalah kunci mencetak generasi muda yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya menutup pernyataan.

Melalui dukungan legislatif dan koordinasi lintas kementerian, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Program Makan Bergizi Gratis sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah yang selama ini menghadapi tantangan akses pangan bergizi.

 

Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. Melalui sinergi ini, diharapkan lahir generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai pondasi kuat dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

 

 

Artikel Terkait