Ilustrasi. Foto: Pinterest

BMKG Ingatkan Masyarakat Waspadai Kemarau Ekstrem El Nino yang Diprediksikan Terjadi Hingga Juni 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan cuaca kemarau ekstrem di beberapa wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu kedepan. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada bulan April, Mei, hingga Juni 2026.

Mengutip situs resmi BMKG bmkg.go.id kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa beberapa wilayah yang telah memasuki musim kemarau adalah sebagian kecil wilayah Aceh, sebagian kecil wilayah Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian kecil NTB, sebagian kecil NTT dan Maluku, serta sebagian kecil Papua Barat.

“BMKG akan terus memantau perkembangan dinamika iklim global dan regional serta menyampaikan pembaruan informasi secara berkala. Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui berbagai kanal komunikasi yang tersedia,” ujar Teuku Faisal Fathani.

Di sisi lain, Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan BMKG juga memprediksi peluang berkembangnya fenomena El Niño pada semester kedua tahun ini.

El Niño adalah fenomena iklim global yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur di atas rata-rata normal. Fenomena ini menyebabkan pergeseran awan hujan ke timur, memicu kekeringan panjang, penurunan curah hujan signifikan, dan risiko kebakaran hutan di Indonesia.

Hingga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau masih berada pada fase Netral. Namun, pemodelan iklim menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua tahun 2026.

“Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Niño berada pada kategori lemah hingga moderat dengan peluang 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan kecil (kurang dari 20%) fenomena ini berkembang menjadi kategori kuat,” ujarnya.

BMKG mengingatkan bahwa hasil prediksi cuaca dan iklim, khususnya terkait El Niño, pada periode Maret hingga April perlu disikapi dengan hati-hati. Pada periode ini, prakiraan El Niño umumnya hanya cukup andal untuk memprediksi kondisi hingga sekitar tiga bulan ke depan.

 

Artikel Terkait