WHO Prediksikan Kasus Kanker Global Bisa Menembus Hampir Dua Kali Lipat pada 2050
WHO memperkirakan jumlah kasus baru kanker akan meningkat dari sekitar 20,6 juta kasus setiap tahun
Gunung Anak Krakatau menunjukan peningkatan dan kini berada di level III (siaga). Peningkatan status gunung anak krakatau tersebut membuat Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong Pemerintah melakukan kesiapasiagaan nasional demi keselamatan masyarakat.
Puan Maharani menyampaikan bila Pemerintah harus siap siaga terutama dalam melakukan penanganan terhadap bencana alam. Evakuasi dan keselamatan masyarakat menjadi bentuk tindakan yang harus diutamakan saat terjadi bencana.
"Kesiapsiagaan nasional dalam kebencanaan harus ditingkatkan dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas," kata Puan dalam keterangannya, Selasa (14/7).
Puan mengatakan, Pemerintah perlu menjadikan peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebagai momentum untuk mengevaluasi kesiapan nasional dalam menghadapi potensi bencana vulkanik. Khususnya, di kawasan pesisir Selat Sunda yang memiliki sejarah kerawanan tinggi.
"Evaluasi tidak hanya mencakup pemantauan aktivitas gunung api, tetapi juga efektivitas sistem peringatan dini, kesiapan jalur evakuasi, koordinasi antarinstansi. kapasitas pemerintah daerah, hingga kesiapan masyarakat dalam merespons informasi kebencanaan," ucapnya.
Pemerintah juga perlu memastikan bahwa informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah tersampaikan secara cepat, konsisten, dan mudah dipahami masyarakat.
Diketahui, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan dan kini berada pada Status Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sedikitnya 18 kali letusan sejak 2 Juli 2026.