Imbas Perluasan Proyek LRT, Halte Transjakarta Manggarai Ditutup Sementara Mulai 6 Mei 2026
Meski ditutup, Transjakarta memastikan operasional layanan tetap berjalan normal, dengan penyesuaian
Diwali atau Deepavali merupakan salah satu perayaan keagamaan bagi umat Hindu sekaligus festival tradisional dirayakan di India. Perayaan Diwali biasa disebut festival cahaya karena kerap diwarnai atau identik dengan lampu dan cahaya.
Melansir NDTV, Diwali adalah salah satu festival paling populer umat Hindu, serta penganut Jainisme dan Sikhisme. Festival ini didedikasikan untuk penyembahan Dewi Lakshmi sebagai dewi kemakmuran.
Tak hanya di India, Diwali juga dirayakan Umat Hindu di berbagai negara termasuk Umat Hindu yang ada di Indonesia.
Di India, beberapa bagian dari negara tersebut menyebut Diwali dengan istilah Deepavali.
Secara terminologi, "Deepavali" punya arti deretan cahaya. Jika dibedah per kata, "deep" berarti cahaya, sementara "avali" adalah barisan atau deretan.
Maka, Deepavali diartikan sebagai festival penuh cahaya. Pencahayaan melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan.
Perayaan Diwali jatuh pada tanggal berbeda-beda setiap tahun, ditetapkan berdasarkan kalender Hindu. Diwali jatuh pada hari ke-15 bulan Kartik pada kalender Hindu.
Dikutip dari BBC, Diwali biasanya jatuh antara bulan Oktober atau November. Tahun ini, perayaan Diwali jatuh pada Minggu (12/11/2023).
Merujuk asal usul Diwali dari laman History, Umat Hindu di seluruh dunia merayakan festival cahaya Diwali atau Deepavali lebih dari 2.500 tahun lalu.
Menurut Pankaj Jain, seorang profesor antropologi, filosofi dan agama di University of North Texas, perayaan Diwali terkait dengan berbagai cerita dalam teks-teks agama, dan tidak bisa disebutkan yang mana yang lebih dulu ada, atau sejak kapan Diwali dimulai.
Di India, tradisi perayaan Diwali berlangsung selama lima hari secara tradisional menandai hari libur terbesar tahunan.
Mengutip ensiklopedia Britannica, tradisi dirayakan pada masing-masing hari memiliki makna tersendiri.
Lima hari tersebut adalah Dhanteras, Naraka Chaturdashi atau Choti Diwali, Lakshmi Puja, Goverdhan Puja (atau Balipratipada atau Annakut), serta Bhai Dooj (atau Bhai Tika atau Bhai Bij). Hari ketiga atau Lakshmi Puja adalah hari utama Perayaan Diwali.
Secara singkat, tradisi perayaan Diwali adalah menyalakan lampu atau lampu minyak tanah di jalan-jalan dan rumah-rumah, saling mengunjungi kerabat dan berpesta, serta menyalakan kembang api dan menggelar perayaan sebagai bagian penting Diwali.
Ketika perayaan Diwali, umat Hindu menyembah dewi kemakmuran, Lakshmi, agar mendapatkan berkah sepanjang tahun yang baru.
Menurut Vasudha Narayanan, seorang profesor agama di Universitas Florida, menunjukkan bahwa tak semua orang di India merayakan Diwali.
Tetapi karena sekitar 80 persen dari India beragama Hindu dengan penganut Buddha, Jainisme dan Sikhisme berjumlah 2-3 persen lebih banyak, maka Diwali dirayakan mayoritas negara ini.
Narayanan mengatakan bahwa dalam satu abad terakhir ini, kembang api menjadi bagian utama dari perayaan Diwali.
Saat perayaan festival cahaya Diwali, setiap keluarga menyalakan kembang api mereka sendiri. Pesta kembang api biasa berlangsung sejak sebelum Diwali.(*)