Ilustrasi. Foto: Pinterest

BMKG Ungkap Suhu Panas Ekstrem di Jakarta Mencapai 36 Derajat Celcius!

 

Terik matahari siang yang begitu menyengat dalam beberapa hari belakangan di Jabodetabek dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terpantau mencapai 35 hingga 36 derajat celcius. Suhu udara tinggi yang tak biasa ini dapat menganggu aktivitas masyarakat pada siang hari bila dilakukan terus-menerus.

Dikutip dari detik.com BMKG menyebut suhu udara di Jabodetabek memang mengalami peningkatan signifikan yang berakibat pada suhu panas dan terik. Prakirawan cuaca BMKG, Rira Damanik, mengungkapkan suhu maksimum terpantau hingga mencapai 36 derajat Celsius, terutama di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.

"Dalam beberapa hari terakhir, kondisi cuaca cerah mendominasi sejak pagi hingga siang hari, sehingga suhu terasa cukup terik," ujar Rira Damanik.

Menurutnya, kondisi panas dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah posisi semu matahari yang berada di sekitar khatulistiwa, sehingga intensitas penyinaran matahari di wilayah Indonesia sedang berada pada titik maksimum.

Selain itu, minimnya tutupan awan turut memperparah kondisi. Langit yang cenderung cerah membuat radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi tanpa hambatan.

Faktor lain adalah dominasi angin timuran yang berasal dari Australia. Angin ini bersifat kering dan menghambat pembentukan awan, khususnya di wilayah selatan ekuator, termasuk Jabodetabek.

Rira membantah kemungkinan Indonesia sudah menghadapi fenomena El Nino. Kondisi yang terjadi saat ini ditegaskan merupakan dinamika cuaca musiman.

BMKG memprediksi cuaca panas dan terik masih akan berlangsung hingga awal Mei 2026, terutama di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator.

Dengan cuaca yang terjadi saat ini, untuk itu BMKG menghimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan pada siang hari, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta memperbanyak konsumsi air putih guna menghindari dampak buruk akibat paparan panas ekstrem.

Artikel Terkait