Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Garam Himalaya vs Garam Laut, Mana yang Lebih Sehat?

Perdebatan soal jenis garam mana yang lebih menyehatkan kembali mengemuka di tengah maraknya produk garam premium seperti garam Himalaya dan garam laut (sea salt) yang dijual dengan harga jauh lebih mahal dibanding garam meja biasa. Banyak konsumen menganggap kedua jenis garam ini lebih sehat karena dianggap lebih "alami" dan minim proses pengolahan.

Dilansir dari laman kesehatan Health, pemilihan garam Himalaya atau garam laut sebaiknya lebih didasarkan pada preferensi rasa dan kebutuhan memasak, bukan anggapan bahwa salah satunya jauh lebih menyehatkan.

Yodium tambahan tetap bisa diperoleh dari sumber makanan lain seperti ikan, rumput laut, dan telur, sementara yang terpenting bagi kesehatan tetaplah membatasi total asupan garam harian, apa pun jenisnya.

Garam Himalaya berasal dari tambang garam bawah tanah, sementara garam laut diperoleh dari air laut yang diuapkan menggunakan panas matahari dan angin. Keduanya sama-sama mengandung natrium dan klorida sebagai komponen utama, ditambah sejumlah kecil mineral seperti magnesium, kalium, kalsium, tembaga, mangan, dan zat besi.

Keduanya tidak lebih unggul secara signifikan dibanding garam biasa? Karena jumlah mineral tambahan dalam garam Himalaya maupun garam laut terlalu kecil untuk memberikan manfaat kesehatan berarti, mengingat jumlah garam yang aman dikonsumsi harian sangat terbatas. Satu sendok teh garam saja sudah mengandung natrium mendekati atau bahkan melebihi batas ideal 1.500 miligram per hari, terutama bagi penderita tekanan darah tinggi.

Garam Himalaya berpotensi mengandung logam seperti aluminium, barium, silikon, dan kemungkinan timbal, sementara garam laut berisiko terkontaminasi mikroplastik akibat pencemaran laut. Di sisi lain, keduanya bukan sumber yodium yang memadai, berbeda dengan garam meja yang umumnya sudah difortifikasi yodium untuk mencegah gangguan fungsi tiroid.

Meski begitu, mengkonsumsi jenis garam perlu dibatasi, terutama penderita hipertensi, penyakit ginjal, dan gangguan jantung, karena asupan natrium berlebih dapat memperberat kondisi kesehatan mereka, terlepas dari jenis garam yang dikonsumsi.

 

Artikel Terkait