Berapa Batas Aman Makan Telur Rebus dalam Sehari?
Satu butir telur ayam rebus berukuran sedang umumnya mengandung sekitar 70 hingga 80 kalori dan enam
Tren nge-gym atau latihan beban di pusat kebugaran belakangan semakin digandrungi kalangan remaja dan anak muda Indonesia. Fenomena ini tak lepas dari maraknya konten transformasi tubuh yang dibagikan di media sosial, yang membuat banyak remaja mulai tertarik memulai kebiasaan olahraga di gym sejak usia sekolah menengah.
Dikutip dari Kompas.com menurut dokter spesialis kedokteran olahraga, latihan fisik termasuk latihan beban sebenarnya memberikan banyak manfaat bagi remaja, asalkan dilakukan dengan teknik yang benar dan pengawasan yang tepat.
Manfaat latihan fisik bagi remaja di antaranya membantu membangun kepadatan tulang yang optimal pada masa pertumbuhan, meningkatkan massa otot dan kekuatan fisik, memperbaiki postur tubuh, serta mendukung kesehatan mental melalui pelepasan hormon endorfin yang membantu mengurangi stres dan kecemasan yang kerap dialami remaja akibat tekanan akademik maupun sosial.
Meski demikian, dokter olahraga juga mengingatkan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan orang tua maupun remaja itu sendiri sebelum memulai latihan di gym. Pertama,
1. Penggunaan beban latihan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan tahap perkembangan tubuh, tidak dipaksakan mengangkat beban terlalu berat di luar kapasitas demi mengejar hasil instan.
2. Teknik latihan yang benar jauh lebih penting dibanding intensitas atau beban yang diangkat, karena teknik yang salah berisiko menyebabkan cedera pada sendi dan otot yang masih dalam masa pertumbuhan.
3. Sebaiknya didampingi oleh pelatih bersertifikat, terutama bagi remaja yang baru pertama kali mengenal latihan beban, agar gerakan yang dilakukan sesuai standar keamanan.
4. Perhatikan asupan gizi dan waktu istirahat yang cukup, karena tubuh remaja membutuhkan energi lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan sekaligus pemulihan otot pascalatihan.
5. Jangan sampai kegiatan di gym membuat remaja terobsesi berlebihan terhadap bentuk tubuh, karena hal ini berisiko memicu masalah citra tubuh atau bahkan gangguan pola makan pada sebagian remaja.
Dengan pendekatan yang tepat, olahraga di gym dapat menjadi kebiasaan positif yang mendukung tumbuh kembang fisik dan mental remaja secara seimbang.