Meningkat Drastis, SPPG dengan Label SLHS Sudah ada Lebih dari 25 Dapur Bersertifikat
Pada Agustus 2026 seluruh SPPG wajib bersertifikasi SLHS.
International Monetary Fund (IMF) atau lebih dikenal dengan sebutan Dana Moneter Internasional menyebutkan bahwa negara di kawasan Asia mempunyai peluang besar memgang perputaran ekonomni dunia. Peryataan itu terdapat dalam laporan World Economic Outlook (WEO) April 2026 yang menyebut kawasan Asia, khususnya negara berkembang, akan tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global di tengah gejolak dunia.
Dikutip dari laporan dair meski keadaan ekonomi global sedang menghadapi tekanan akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian perdagangan, Asia dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan. Kawasan ini ditopang oleh aktivitas perdagangan yang kuat, terutama di sektor teknologi seperti semikonduktor dan industri digital.
Berdasarkan laporan tersebut, IMF mencatat bahwa ekspor teknologi dari negara-negara Asia terus meningkat, seiring permintaan global terhadap digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI).
Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara masuk dalam kelompok negara yang berpotensi menikmati dampak positif dari tren tersebut. Bersama negara ASEAN lainnya, Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh stabil di atas 4% dalam beberapa tahun ke depan.
Di tengah pergeseran pusat pertumbuhan global ke Asia, Indonesia memiliki sejumlah peluang strategis. Salah satunya adalah potensi untuk masuk lebih dalam ke rantai pasok global yang kini mengalami perubahan akibat ketegangan geopolitik.
IMF menyoroti adanya pergeseran perdagangan global, di mana negara-negara mulai mencari mitra baru untuk mengurangi ketergantungan pada satu kawasan tertentu. Kondisi ini membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi dan meningkatkan ekspor manufaktur.
Selain itu, pertumbuhan sektor teknologi global juga menjadi peluang besar. Indonesia dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat industri digital, hilirisasi sumber daya alam, serta meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Dengan pasar domestik yang besar dan pertumbuhan konsumsi yang kuat, Indonesia juga memiliki daya tarik tersendiri bagi investor global yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian dunia.
Meski peluang terbuka lebar, IMF mengingatkan bahwa Indonesia tetap menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah tekanan dari kenaikan harga energi dan pangan akibat konflik global.
Harga energi diproyeksikan naik signifikan pada 2026, yang berpotensi meningkatkan inflasi dan menekan daya beli masyarakat.
Selain itu, ketergantungan terhadap impor energi membuat Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah juga menjadi risiko yang perlu diantisipasi.
IMF menilai, untuk benar-benar memanfaatkan peluang sebagai bagian dari pusat pertumbuhan Asia, Indonesia perlu memperkuat reformasi struktural, meningkatkan daya saing industri, serta menjaga stabilitas ekonomi makro. Dengan strategi yang tepat, Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pemain utama dalam peta ekonomi global yang baru.