Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Karhutla Mendekati Permukiman, Warga Palaran Samarinda Dihantui Kekhawatiran

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla kembali menjadi perhatian di Samarinda, Kalimantan Timur. Kedekatan titik kebakaran dengan permukiman membuat masyarakat di Kecamatan Palaran harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman api dan asap.

Dikutip dari deik.com salah satu kawasan yang menjadi perhatian berada di wilayah Bantuas, Kecamatan Palaran. Kondisi kebakaran di wilayah tersebut sebelumnya dilaporkan cukup serius karena api bahkan telah menyeberangi jalan.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan pemadaman api, tetapi juga keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.

Saefuddin Zuhri, yang melakukan patroli udara untuk memantau kondisi karhutla Samarinda, mengatakan terdapat sejumlah titik yang terpantau dari udara. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di Bantuas.

"Untuk di Kota Samarinda sekitar berapa tadi ya? Lima lah ya, lima titik. Tapi yang paling besar ada dua titik. Salah satunya ada di Bantuas, itu sudah menyeberang jalan. Insyaallah dari BPBD akan mengeksekusi untuk api yang di jalan tadi," ujar Saefuddin Zuhri.

Upaya pemadaman juga telah dilakukan, termasuk melalui pemadaman dari udara. Namun, penanganan karhutla tidak selalu mudah karena bara api dapat bertahan di bagian bawah lahan sehingga kembali menimbulkan asap maupun titik panas.

Saefuddin menjelaskan, penyemprotan dari udara telah dilakukan. Namun, air yang dijatuhkan dari pesawat atau helikopter belum sepenuhnya mampu menjangkau bara yang berada di bagian bawah.

"Tadi pagi sudah diupayakan, ditembak lagi. Begitu istirahat, karena tembakan dan beban air itu satu ton, kan menyebar," jelasnya.

Data Pemerintah Kota Samarinda juga menunjukkan bahwa Palaran termasuk wilayah yang memiliki banyak kejadian karhutla. Kondisi tersebut membuat masyarakat di kawasan permukiman perlu memperhatikan perkembangan titik api dan arahan dari petugas.

Sebelumnya, Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso menyebut kondisi kualitas udara sempat membaik, meski ancaman karhutla masih menjadi perhatian.

 

Artikel Terkait