Pempek untuk Oleh-oleh Harus Disimpan dengan Tepat agar Tidak Cepat Rusak
Pempek yang dibawa dalam perjalanan jauh membutuhkan metode penyimpanan yang dapat menjaga kualitas
Aktivitas demonstrasi yang berlangsung di Jakarta pada 27 Agustus 2026 masih berdampak pada operasional sejumlah layanan transportasi umum. PT Transjakarta melakukan penyesuaian terhadap beberapa rute non-BRT pada Jumat, (28/8), meski layanan utama telah kembali beroperasi normal.
Penyesuaian dilakukan setelah aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada Kamis, 27 Agustus. Kondisi di lapangan menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan operasional sejumlah rute yang melintasi kawasan terdampak.
Diikutip dari liputan6.com Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa seluruh layanan Bus Rapid Transit atau BRT telah kembali melayani pelanggan secara normal. Namun, kondisi berbeda masih terjadi pada sebagian layanan non-BRT.
Sejumlah rute mengalami pengalihan dan perpendekan perjalanan. Sementara itu, beberapa layanan lainnya dihentikan sementara sebagai langkah penyesuaian terhadap situasi di lapangan.
Rute yang sementara tidak beroperasi antara lain layanan 1B Stasiun Palmerah-Tosari, 1F Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan, serta SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta.
Selain penghentian sementara, Transjakarta juga melakukan pengalihan pada sejumlah rute, termasuk P11 Bogor-Blok M, S61 Alam Sutera-Blok M, dan T31 PIK 2-Blok M.
Penyesuaian juga diterapkan pada titik-titik pemberhentian tertentu. Untuk layanan S61, terdapat halte yang sementara tidak dilayani sesuai arah perjalanan. Sementara rute JAK.14 Tanah Abang-Meruya dan JAK.54 Grogol-Benhil turut mengalami perubahan layanan pada sejumlah titik.
Transjakarta mengimbau pelanggan untuk mengantisipasi waktu perjalanan karena perubahan operasional dapat memengaruhi jadwal dan rute yang biasa digunakan masyarakat.
Pelanggan juga diminta memperbarui informasi melalui aplikasi dan kanal resmi Transjakarta sebelum melakukan perjalanan. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat menyesuaikan pilihan transportasi dengan kondisi terbaru.
Kembalinya seluruh layanan BRT menunjukkan pemulihan operasional transportasi publik setelah aksi demonstrasi. Namun, penyesuaian terhadap sejumlah rute non-BRT menandakan bahwa perkembangan situasi di lapangan masih menjadi faktor utama dalam pengaturan layanan.
Masyarakat yang menggunakan Transjakarta diimbau memperhatikan informasi terkini agar perjalanan tetap dapat direncanakan dengan aman dan efisien.