Mewujudkan ‘Asta Cita’ Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Bangsa
MBG bukan hanya sekadar bantuan pangan, melainkan investasi peradaban dalam memutus rantai stunting
Diusia muda mempunyai waktu tidur yang cukup tentu menjadi momen yang sulit dilakukan karena satu dan lain hal. Kebiasaan tersebut ternyata mempunyai dampak buruk bagi kesehatan khususnya pada wajah. Jam tidur kurang yang terus dibiarkan bisa menganggu kesehatan karena waktu malam hari adalah waktu terbaik untuk proses recovery tubuh.
Melansir dari Real Simple saat terlelap di malam hari, sirkulasi darah menuju area wajah akan meningkat tajam. Proses ini secara langsung memicu percepatan produksi kolagen, sehingga kulit dapat meregenerasi sel-selnya secara optimal dan kembali sehat.
“Tidur adalah salah satu pilar terpenting, dan paling sering diabaikan, dalam kesehatan kulit,” kata dokter spesialis kulit di Golden State Dermatology, James Kilgour, MD.
Fase terlelap adalah momen ideal untuk pemulihan, karena perbaikan sel bergerak lebih cepat. Hal ini menjelaskan pentingnya menerapkan rutinitas perawatan wajah pada malam hari. Kondisi wajah akan semakin parah jika begadang atau kurang istirahat sudah menjadi kebiasaan rutin, akibat adanya lonjakan hormon stres di dalam tubuh.
Efek yang ditimbulan pada wajah jika kurang tidur
Memangkas jam tidur berarti menghalangi organ terbesar tubuh ini untuk bekerja maksimal. Efek negatifnya pun bisa langsung terlihat nyata pada penampilan fisik.
1.Merusak lapisan pelindung kulit
Kurangnya waktu istirahat akan memperlambat laju pemulihan alami. Terganggunya lapisan pelindung kulit memicu hilangnya kelembapan alami dengan cepat.
“Kurang tidur mencegah kulit memperbaiki dirinya sendiri, membuatnya kusam, kering, dan lebih rentan terhadap garis-garis halus, bengkak, dan bahkan gatal,” ujar dr. Marmur.
Bakteri dan iritan menjadi lebih mudah menyusup, sehingga wajah terasa lebih sensitif, meradang, dan tidak mampu mengunci hidrasi secara mandiri.
“Kita dapat melihat fungsi lapisan pelindung kulit yang terganggu dan penyembuhan peradangan atau jerawat yang lebih lambat,” tambahnya.
2. Memicu jerawat dan peradangan
Dokter Kilgour menyebutkan bahwa lonjakan kortisol ini merangsang kelenjar minyak berlebih yang memperparah jerawat, hingga memicu eksim kronis. Menambahkan, Dokter Marmur juga menyampaikan bahwa minimnya istirahat dapat menaikkan tingkat peradangan sistemik yang memunculkan kemerahan.
Fenomena psikodermatologi ini sangat nyata hingga dunia medis menyebutnya sebagai brain-skin axis, yakni ketika stres saraf berdampak langsung pada kondisi kulit. Dengan kata lain, ada hubungan dua arah antara kesehatan otak dan kesehatan kulit
3. Wajah kusam dan mata panda
Ada penjelasan ilmiah di balik wajah yang tidak bercahaya setelah begadang semalaman. Kata dr. McDonald, sirkulasi yang memburuk, ditambah tingginya kortisol, adalah penyebab hilangnya rona cerah alami wajah.
Selain itu, tumpukan cairan dan sirkulasi yang terhambat turut menciptakan pembengkakan dan lingkaran hitam di bawah mata. Dokter Marmur memperingatkan, jika mata panda ini terus menetap secara permanen, itu bisa menjadi indikasi adanya masalah kesehatan lain seperti anemia.
Terkadang jadwal yang padat membuatmu sulit mendapatkan jam tidur yang ideal. Untuk menyiasati wajah lelah, masker terapi cahaya merah dapat digunakan secara rutin untuk mendukung produksi kolagen.