Ilustrasi. Foto: Pinterest

Tren "Back to Basic" Geser Rutinitas Skincare 10 Langkah ala K-Beauty

 

Arah tren kecantikan di Indonesia mengalami perubahan signifikan memasuki pertengahan tahun 2026. Jika beberapa tahun lalu rutinitas skincare identik dengan banyaknya langkah dan produk, kini semakin banyak konsumen yang memilih cara lebih sederhana.

Melansir dari Kompas.com Brand General Manager Laneige Indonesia, Amanda Tiffany Karta, mengatakan tren beauty 2026 sudah mulai bergerak ke arah "back to basic”. Pergeseran ini adalah perubahan yang terbentuk dari kebiasaan baru konsumen yang kini lebih memahami kebutuhan kulit mereka sendiri.

Rutinitas skincare yang dulunya terdiri dari tujuh hingga sepuluh langkah, mulai dari double cleansing, toner, essence, serum berlapis, ampoule, hingga sleeping mask, kini banyak ditinggalkan karena dinilai berisiko memicu iritasi dan justru merusak skin barrier akibat penggunaan produk yang berlebihan.

Sementara itu, Popbela.com melaporkan bahwa pendekatan skin minimalism kini lebih disukai, dengan rutinitas sederhana namun efektif yang berfokus pada empat tahap utama yaitu cleanser, treatment utama, moisturizer, dan sunscreen.

Kesadaran terhadap pentingnya kesehatan skin barrier turut menjadi fondasi utama tren ini. Amanda menjelaskan bahwa pihaknya kini lebih banyak mengedukasi konsumen untuk terlebih dahulu menjaga kondisi dasar kulit tetap sehat, sehingga penggunaan produk berlapis-lapis tidak lagi diperlukan secara berlebihan. ]

Menariknya, tren brightening yang selama ini identik dengan kulit putih pun mulai bergeser maknanya menjadi kulit yang tampak sehat, segar, bersih, dan terawat, tanpa harus berpatok pada warna kulit tertentu.

Selain itu, tren eksfoliasi berlebihan atau over-exfoliation juga mulai ditinggalkan konsumen. Eksfoliasi kini dilakukan secukupnya, biasanya satu hingga dua kali seminggu, tergantung kondisi kulit masing-masing individu, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan mikrobioma kulit.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa konsumen kecantikan Indonesia kini semakin selektif dan mengutamakan kualitas dibandingkan sekadar mengikuti tren viral di media sosial, sebuah perubahan pola pikir yang diprediksi akan terus bertahan dalam jangka panjang.

 

 

Artikel Terkait