Ilustrasi. Foto: Pinterest.

Dibalik Aromanya yang Khas, Ternyata Jengkol Menyinmpan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Jengkol, makanan khas Indonesia yang kerap menjadi bahan perdebatan karena aromanya yang menyengat, tetap menjadi primadona di meja makan masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat dan Sumatera. Meski identik dengan bau tak sedap pada urine setelah dikonsumsi, popularitas olahan jengkol seperti semur, balado, hingga gulai jengkol tak pernah surut, bahkan kerap diburu di rumah makan Padang maupun warung-warung tradisional.

Mengutip laporan hellosehat.com disebutkan bahwa di balik aromanya yang kontroversial, jengkol menyimpan kandungan gizi yang cukup lengkap, mulai dari protein nabati, karbohidrat kompleks, serat, kalsium, fosfor, zat besi, hingga kalium.

Kandungan serat dan kalium pada jengkol dipercaya membantu menurunkan kadar kolesterol jahat sekaligus menjaga tekanan darah tetap stabil, menjadikannya cukup ramah bagi penderita hipertensi selama diolah tanpa tambahan garam berlebih.

Jengkol juga bersifat diuretik ringan yang membantu melancarkan pembuangan racun melalui urine, serta dipercaya membantu mengontrol kadar gula darah berkat kombinasi serat dan karbohidrat kompleks yang dicerna secara perlahan oleh tubuh. Kandungan antioksidan alaminya turut disebut berperan melindungi tubuh dari radikal bebas sekaligus mendukung proses penyembuhan luka.

Meski demikian, para ahli kesehatan mengingatkan agar konsumsi jengkol tetap dibatasi dalam porsi wajar. Jengkol secara alami mengandung asam jengkolat yang, apabila dikonsumsi berlebihan, berpotensi membentuk kristal tajam pada saluran kemih atau ginjal sehingga menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai kejengkolan.

Gejalanya menyerupai batu ginjal, seperti nyeri saat buang air kecil hingga kesulitan berkemih, dan dalam kasus yang jarang terjadi dapat berujung pada gangguan fungsi ginjal.

Untuk itu, masyarakat disarankan mengolah jengkol dengan cara yang tepat, seperti merebusnya lebih dulu dengan air garam atau daun jambu biji untuk mengurangi kadar racun sekaligus meredakan aromanya.

Dengan pengolahan yang benar dan porsi yang terkontrol, jengkol tetap bisa dinikmati sebagai kuliner khas Nusantara yang lezat sekaligus menyehatkan.

 

Artikel Terkait