Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis di Gorontalo, Nihayatul Wafiroh Tekankan Pengawasan Ketat
Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Sarapan dipagi hari menjadi momen yang menentukan bagi aktivitas dihari tersebut. Meski begitu ternyata ada makanan dan minuman yang tak boleh dikonsumsi saat sarapan karena memiliki efek samping yang berbahaya bagi kesehatan.
Nutrisi makanan yang tepat dikonsumsi akan meningkatkan fungsi otak hingga dapat menstabilkan suasana hati. Menu makanan praktis sering dianggap menjadi pilihan utama saat sarapan karena tak membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkannya.
Makanan pertama dipagi hari berperan krusial dalam mengisi ulang glukosa darah setelah puasa semalam. Ini menyediakan energi yang diperlukan untuk memulai aktivitas, meningkatkan konsentrasi, serta mendukung kesehatan jangka panjang secara menyeluruh.
Berdasarkan laporan dari laman kuliner Mashed, ada beberapa jebakan di meja sarapan yang sebaiknya kamu hindari. Yuk, kita bedah menu apa saja yang masuk daftar merah dan kenapa para ahli melarangnya!
1. Sereal Manis, Bom Gula Terselubung
Sereal sering jadi pilihan karena iklannya yang penuh dengan label vitamin dan gandum utuh. Namun, banyak sereal mengandung kadar gula yang sangat tinggi. Efeknya, gula darah akan melonjak drastis, lalu turun dengan cepat (sugar crash), membuatmu merasa lemas dan lapar lagi hanya dalam satu jam.
2. Yogurt Berperisa (Flavored Yogurt)
Yogurt memang mengandung probiotik, tapi yogurt buah kemasan biasanya sarat dengan pemanis buatan. Makan ini di pagi hari sama saja dengan makan makanan penutup (dessert) sebagai menu utama.
3. Jus Buah Kemasan
Mungkin kamu merasa sehat dengan meminum segelas jus jeruk. Masalahnya, jus kemasan sering kali sudah kehilangan serat alami buahnya dan hanya menyisakan gula cair. Tanpa serat, tubuh menyerap gula terlalu cepat.
Mengutip dari riset yang dihimpun oleh Mashed, para ahli nutrisi memberikan peringatan keras mengenai pemilihan protein dan karbohidrat di pagi hari.
Dr. Daryl Gioffre, seorang pakar nutrisi ternama, menjelaskan bahwa buah-buahan tertentu seperti pisang meskipun sehat, ternyata bukan pilihan terbaik jika dimakan sendirian saat perut kosong.
Pisang mengandung banyak gula alami dan kalium, namun tanpa lemak sehat atau protein untuk menyeimbangkannya, ia bisa memicu lonjakan insulin yang justru membuat kamu merasa lelah di tengah aktivitas.
Selain itu, Dr. Felicia Stoler, seorang ahli diet, menekankan bahwa sarapan yang didominasi karbohidrat olahan (seperti donat atau bagel) tidak memberikan bahan bakar yang tahan lama untuk otak. "Tubuhmu butuh protein dan lemak sehat untuk menjaga rasa kenyang dan fokus," ungkapnya.
Kemudian, makanan yang mengandung gula terdengar cukup menarik di pagi hari. Gula membuat segala sesuatu terasa enak dan memberikan energi tambahan dengan mudah.
Sayangnya, hal ini menyebabkan efek fisik yang paling langsung. Bahan ini dapat memicu lonjakan gula darah dan melepaskan zat kimia yang memberikan rasa senang seperti dopamin dan opioid, efek gabungan yang sering disebut sebagai "sugar rush”.
Seperti namanya, ledakan energi ini sangat sementara tergantung pada makanan yang dikonsumsi dan dapat membuat tubuh merasa lesu dan kurang waspada.
Dalam jangka panjang, mengonsumsi terlalu banyak gula juga dapat menyebabkan diabetes tipe 2 dan komplikasi kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi dan kemungkinan penyakit jantung.